Detail Cantuman Kembali

XML

karakteristik cuaca maritim untuk keselamatan pelayaran dan pengaruhnya terhadap hasil tangkap nelayan di perairan popoh, tulungagung


Perairan Popoh memiliki teluk yang terdapat pelabuhan kapal nelayan, Tempat Pelelangan Ikan (TPI), dan Pelabuhan Penangkapan Ikan (PPI). Indonesia memiliki banyak kasus kecelakaan kapal nelayan yang disebabkan oleh cuaca buruk. Untuk meminimalisir kecelakaan kapal nelayan, informasi cuaca maritim penting diketahui. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik angin, curah hujan, gelombang laut pada setiap musim, mengidentifikasi musim yang berbahaya untuk pelayaran kapal nelayan dan pengaruhnya terhadap hasil tangkap nelayan. Hasil pengolahan menunjukkan perairan Popoh memiliki karakteristik angin dengan kategori yang dapat membahayakan kapal nelayan pada musim Timur dengan kecepatan tertinggi sebesar 8,41 m/s. Karakteristik curah hujan yang memiliki curah hujan tertinggi adalah musim Barat dengan intensitas tertinggi sebesar 87 mm. Karakteristik gelombang yang ada di perairan Popoh memiliki gelombang yang dapat membahayakan pelayaran kapal nelayan pada musim Timur dengan kondisi gelombang tertinggi sebesar 1,93 m. Angin dan gelombang merupakan parameter cuaca maritim yang memiliki hubungan korelasi sangat kuat, hal ini karena angin mempengaruhi pembentukan gelombang. Hasil tangkapan ikan tertinggi terjadi pada musim Peralihan II sebesar 131,958 ton pada 2019 dan 101,644 ton pada 2020. Parameter yang mempengaruhi hasil tangkapan ikan di perairan Popoh adalah gelombang tinggi dan angin kencang. Karena ketika terjadi gelombang tinggi dan angin kencang, para nelayan lokal memilih untuk tidak melaut.
624.22.18 Tas k
NONE
Text
Indonesia
Fakultas Teknik dan Ilmu Kelautan, Universitas Hang Tuah
2022
Surabaya
xiii, 83 p. : ill. ; 29 cm.
Skripsi
LOADING LIST...
LOADING LIST...